Berita Boyolali Terapkan Pengelolaan Sampah Tanpa APBD



Posted on: 15 Mar 2018 Oleh Web Admin

BOYOLALI – Langkah maju dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali dalam pengelolaan sampah. Seperti diketahui sampah menjadi permasalahan klasik yang tidak kunjung bisa diselesaikan. Boyolali memproduksi sampah yang masuk ke TPA rata-rata 70 ton per hari dan baru bisa diproses 5-6 ton perhari.

Bersama dengan PT. Abror Kurnia Perdhana Jakarta yang menginginkan berinvestasi di Boyolali terkait pengelolaan sampah. Hal tersebut dikemukakan dalam agenda penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkab Boyolali dengan PT. Abror Kurnia Perdhana di ruang Sadewa Kantor Bupati Boyolali, Kamis (15/3).

“Ada badan usaha yakni PT. Abror Kurnia Perdhana di Jakarta yangan ingin berinvestasi untuk kerjasama pengelolaan TPA [Tempat Pembuangan Akhir] sampah Boyolali,” terang Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Boyolali, Totok Eko YP sesuai acara.

Menurut Totok, TPA dimaksud akan dikelola dengan alat ke arah composting dan pemilahan anorganik dikumpulkan dengan pengolahan khusus. Kerjasama yang akan dilakukan dipastikan murni swasta dan tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Pengelolaan sampah ini jadi meringankan APBD. Keuntungan dari Pemkab bisa membantu pengelolaan TPA. Karena dengan tidak dikelola maksimal membutuhkan lahan banyak,” imbuh Totok.

Sementara salah satu perwakilan dari PT. Abror, Ary Sunarto menyampaikan Boyolal sangat terbuka dalam kerjasama ini karena tidak menggunakan dana APBD. Hal tersebut mengingat pihaknya juga sudah pernah bekerjasama dengan beberapa Pemerintah Daerah (Pemda) namun menggunakan APBD jadi tidak bisa optimal hasilnya.

“Pak Bupati Boyolali memberi sinyal terlebih dahulu dibanding daerah lain. Boyolali lebih dahulu memberi ijin dan prosesnya cepat dan kita akan jalan dulu sama Boyolali,” terang Ary.

Ary menambahkan, pihaknya ingin mencoba mengoptimalkan hasil sampah dipakai lagi untuk hasil pertanian. Adanya sampah organik diolah menjadi kompos atau pupuk untuk pertanian dan perkebunan. Sementara yang anorganik itu dikembalikan lagi, plastik diolah lagi menjadi plastik dan untuk kaca dibawa ke pabrik kaca untuk diolah lagi menjadi kaca.

Ary yakin akan bisa mengelola semua sampah yang dihasilkan di Boyolali.

“Apa adanya sampah kita olah dan proses saja dengan kemampuan mesin kami berkapasitas 100 per hari. Sementara sampah di Boyolali sekitar 60-70 ton sehari, kami yakin bisa bisa dikelola,” tandas Ary. (mjk/dst)

Berita

Pengumuman

Link SKPD

instagram takipçi

instagram takipçi beğeni işlemleri

instagram takipçi işlemlerinizi kolay ve güvenilir şekilde sürdürmek istiyorsanız eğer size tavsiyemiz mutlaka bu siteyi kullanınız en iyi leke kremi markası chat odaları