Berita Pesanggrahan Pracimoharjo Gelar Pentas Wayang Kulit Klasik Tiap Malam Kamis Legi



Posted on: 03 Jul 2018 Oleh Web Admin

BOYOLALI – Wayang kulit merupakan sebuah kesenian yang sudah cukup populer di tanah Jawa. Kesenian yang menggambarkan tokoh pewayangan ini memiliki cerita yang menarik untuk ditonton karena menyajikan sebuah lakon atau sejarah yang cukup melengenda di Indonesia khususnya di Tanah Jawa.

Agenda pementasan wayang kulit di Kabupaten Boyolali juga di gelar setiap Rabu Kliwon semalam suntuk. Pementasan ini digelar tepat di lapangan depan Pesanggrahan Pracimoharjo yang berlokasi di Desa Paras; Kecamatan Cepogo setiap malam menjelang Kamis Legi dalam hari pasaran Jawa.

Hal tersebut dijelaskan Teguh Widodo, salah seorang anggota komunitas Abdi Dalem Buminoto atau abdi dalem yang memiliki kepedulian terhadap Pesanggrahan Pracimoharjo. Dengan melihat animo masyarakat yang cukup bagus untuk menyaksikan gelaran wayang tersebut, pihaknya sepakat untuk mengadakan pagelaran wayang setiap hari Rabu Kliwon malam atau menjelang Kamis Legi.

“Perkembangannya semakin hari semakin ramai. Karena dulu kita melaksanakan hanya saat tutupan Bulan Suro, dan melihat antusiasme masyarakat cukup tinggi, maka kita adakan setiap Rabu Kliwon,” ungkapnya saat dihubungi melalui selular, pada Selasa (3/7).

Menurutnya, gelaran kesenian ini sudah diadakan secara rutin sejak 2,5 tahun lalu dengan mengundang berbagai dalang yang berasal dari dalam maupun luar Kabupaten Boyolali sekaligus untuk mengambil momentum peringatan wiyosan dalem. Seperti halnya pementasan untuk Rabu (4/7) depan akan mengambil lakon Semar Mbangun Pesanggarahan dengan dalang ki Joko Edan dan dalang lainnya.

“Baik dalang lokal maupun dalang yang sudah terkenal sudah pernah tampil di pagelaran. Untuk ke depan kita kembangkan lagi untuk dalang lokal dan dalang luar untuk mengisi pagelaran secara bersama dan bergantian,” jelas warga Madumulyo; Pulisen; Boyolali ini.

Ditambahnya pula, pagelaran yang diusung olehnya sedikit berbeda dengan pagelaran wayang pada umumnya. Dirinya menekan bahwa pementasan wayang yang disajikan ini merupakan wayang klasik yang tidak dicampur dengan campursari, dangdut maupun yang lainnya.

“Saya ingin membuat identitas, jika ingin melihat wayang yang klasik silakan ke pesanggrahan. Dan siapapun dalang yang mau menyumbang, kita persilakan tapi dengan satu syarat yakni pementasan wayang yang benar – benar klasik,” tandasnya. (Tim Liputan Diskominfo Boyolali)

Berita

Pengumuman

Link SKPD

instagram takipçi

instagram takipçi beğeni işlemleri

instagram takipçi işlemlerinizi kolay ve güvenilir şekilde sürdürmek istiyorsanız eğer size tavsiyemiz mutlaka bu siteyi kullanınız en iyi leke kremi markası chat odaları