Berita Catatan Perjalanan Duta Seni Boyolali 2018 ke Negara Skandinavia : (12) Enam Jam Menikmati Perjalanan Darat Dari Stockholm Menuju Oslo



Posted on: 31 Jul 2018 Oleh Web Admin

OSLO - Empat hari sudah tim Duta Seni dan Misi Kebudayaan Pelajar Boyolali 2018 tinggal di kota Stockholm; Swedia. Jadwal selanjutnya harus melanjutkan ke kota Oslo; Norwegia. Perjalanan lebih dari 500 km ini dilakukan menggunakan moda transportasi darat berupa bus. Duta Besar Republik Indonesia untuk Swedia dan Republik Latvia, Bagas Hapsoro melepas kepergian 18 pelajar Boyolali pada Senin (30/7) pukul 09.00 waktu setempat dari depan hotel tempat rombongan menginap.

Meski menggunakan bus dalam perjalanan dengan waktu tempuh sekitar 6 jam ini, bus berukuran besar disini sangat nyaman. Bus dengan fasilitas berteknologi tinggi menemani rombongan dari Boyolali. Desain dalam yang dilengkapi panel dashboard canggih. Seperti diketahui kendaraan di Eropa menggunakan setir sebelah kiri dan berjalan pada sisi kanan jalan. Sehingga untuk mendahului melalui sisi kiri jalan.

GPS menjadi alat penting dalam setiap bus dari perusahaan Interbus yang dikemudikan kapten Jan Arne Brenden ini. Kemudian ada alat komunikasi, CCTV, wifi, AC dengan suhu 24° celcius di dalam bus. Walaupun di jalan tol sangat lengang, bus hanya boleh dipacu dalam kecepatan maksimlal 100 km/jam. Jadi tidak ada saling mendahului antar bus.

Pemakai jalan di kota Eropa sudah jamak terkenal disiplin bahkan jarang sekali mendengar klakson dibunyikan. Seperti halnya ketika bertemu dengan sesama pengemudi bus bahkan dari perusahaan lain, pengemudi atau kapten menyapa dengan melambaikan tangannya.

Jalanan tol yang dilalui dengan pemandangan sangat indah melintasi sisi kanan kiri hutan yang terpadu dengan hamparan ladang gandum yang sangat luas membentang. Menikmati jalan tol yang mulus tanpa perlu membayar karena pajak yang dikenakan pemerintah setempat sudah tinggi.

Bahkan terdapat peraturan yang mengharuskan pengemudi untuk beristirahat ketika sudah menempuh tiga jam perjalanan. Pengemudi bisa berhenti di rest area yang ditentukan. Sekitar jam 17.00 waktu Oslo rombongan langsung menuju Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk negara Kerajaan Norwegia dan Republik Islandia ini.

Meski perjalanan panjang dan melelahkan dengan bus, pelajar siswa Duta Seni sangat menikmati perjalanan. Pemandangan berbeda seperti di tanah air terutama di Boyolali sangat memanjakan mata dan menyenangkan. Hal tersebut dijelaskan salah satu pelajar, Nadhif Rahman Farihin usai sampai di Kota Oslo.

"Kesadaran masyarakat disini sangat dijaga, tertib dan disiplin," terang siswa SMAN 1 Teras ini.

Ia merasa senang bisa melihat secara langsung kehidupan di Eropa. Putra sulung dari dua bersaudara pasangan Nomo Sariyono dan Luluk Yuliana yang tinggal di Kampung Gatak; Siswodipuran ini juga bisa belajar disiplin dan tertib dalam berlalu lintas seperti halnya di kota besar di Benua Biru ini.

Nadhif yang sukses membawakan tarian Kala Kridha dan Bujang Ganong ini menegaskan bahwa perjalanan Misi Kebudayaan di Eropa yang Ia ikuti menjadi cambuk pelecut semangat untuk lebih giat belajar, mandiri dan sukses.

Setelah lulus dari SMA ingin kuliah jurusan Teknik Mesin", tandas siswa yang juga menjadi anggota kelompok seni Paguyuban Reog Gatak (PAREGA) di kampungnya ini. (mjk)

Berita

Pengumuman

Link SKPD

instagram takipçi

instagram takipçi beğeni işlemleri

instagram takipçi işlemlerinizi kolay ve güvenilir şekilde sürdürmek istiyorsanız eğer size tavsiyemiz mutlaka bu siteyi kullanınız en iyi leke kremi markası chat odaları