Berita Periksa Kondisi Hewan Kurban, Disnakkan Boyolali Terjun ke Lapangan



Posted on: 10 Aug 2018 Oleh Web Admin

BOYOLALI – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha atau yang sering dikenal dengan Hari Raya Kurban yang tinggal seminggu lagi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali telah bersiap dengan pemeriksaan hewan kurban. Melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Boyolali didukung lima UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di Boyolali, yakni Puskeswan Ngemplak, Simo, Karanggede, Ampel dan Mojosongo melakukan pemeriksaan hewan kurban.

Kepala Disnakkan Kabupaten Boyolali, Juwaris menjelaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan dua tim yang masing masing terdiri dari dokter hewan dan paramedik untuk melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan yang tersebar di 19 kecamatan di Boyolali. Tim pertama dari kesehatan hewan berkaitan dengan antemortem yakni pemeriksaan sebelum pemotongan hewan dan tim kedua dari kesehatan masyarakat veteriner yang berkaitan dengan postmortem yakni pemeriksaan pada saat atau setelah penyembelihan hewan kurban

“Pertama dari sisi antemortem itu tentang fisik hewan yang mengikuti syariat agama misalnya umur hewan biasanya dicirikan dengan gigi sudah tanggal atau poel. Disamping itu yakni tidak pincang, matanya tidak buta. Tentang kesehatannya sendiri, bahwa hewan kurban harus sehat tidak kurus,” ungkap Juwaris saat ditemui di kantornya pada Jumat (10/8).

Setelah disembelih pun, hewan kurban tersebut masih diperiksa oleh petugas. Terutama terhadap keamanan daging kurban yang dijangkiti cacing hati. Hal tersebut harus cepat dimusnahkan agar tidak dikonsumsi oleh masyarakat.

“Sehingga hewan yang melalui pemeriksaan telah terjamin sehat, aman dikonsumsi dan halal,” terang Juwaris.

Melihat pengalaman tahun 2017 lalu, menurut data yang masuk di Disnakkan Kabupaten Boyolali, terdapat tujuh hewan kurban yang tidak layak konsumsi. Jumlah tersebut dari total jumlah hewan kurban yakni sapi 3.765 ekor, kambing 9.183 ekor dan domba sebanyak 827 ekor.

Seperti yang terlihat di Pasar Hewan Sunggingan; Kecamatan Boyolali pada hari yang sama. Terlihat beberapa petugas dari UPT Puskeswan Mojosongo melakukan pemeriksaan hewan kurban seperti sapi, kambing dan domba. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengetahui layak atau tidaknya hewan tersebut untuk dijadikan hewan kurban.

“Saat ini kita hanya temukan luka luka kecil yang bisa diobati, kami mencegah penyakit tersebut tidak meluas dan dapat ditangani yang selanjutnya kita rekomendasikan bahwa hewan tersebut tidak boleh dijual dan harus diganti karena tidak sesuai dengan syariat agama,” jelas Kepala UPT Puskeswan Mojosongo, Slamet Sugiyana disela aktivitasnya.

Pemeriksaan pada sapi dan kambing dilakukan salah satunya dengan memeriksa gigi hewan dan mencubit leher hewan agar mengetahui kesehatan hewan yang akan dijadikan hewan kurban. (dst/bet)

Berita

Pengumuman

Link SKPD

instagram takipçi

instagram takipçi beğeni işlemleri

instagram takipçi işlemlerinizi kolay ve güvenilir şekilde sürdürmek istiyorsanız eğer size tavsiyemiz mutlaka bu siteyi kullanınız en iyi leke kremi markası chat odaları