Berita 491 Calhaj Asal Boyolali Berusia Lebih Dari 50 Tahun



Posted on: 05 Jul 2019 Oleh Web Admin

BOYOLALI – Memasuki musim haji 2019, jamaah yang mengikuti ibadah rukun Islam kelima dari Boyolali mulai bersiap untuk berangkat ke Tanah Suci. Diberangkatkan pada Agustus mendatang, berbagai langkah awal persiapan, salah satunya dengan pengecekan kesehatan terhadap calon jemaah haji (calhaj). Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan, terdapat sedikitnya 491 calhaj yang beresiko tinggi (risti). Calhaj yang tergabung di kelompok penerbangan (Kloter) 12, 13, dan 14 tersebut berusia di atas 50 tahun.

Dijelaskan Kepala Seksi (Kasi) Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Boyolali, Asikin didampingi Kepala Bidang Haji, Saiful Anwar menyebutkan dari 204 jamaah yang berangkat dalam Kloter 12 terdapat 152 jamaah beresiko tinggi. Sedangkan 355 orang yang berangkat di Kloter 13 terdapat 256 jamaah yang beresiko tinggi. Kloter 14 memiliki calhaj beresiko tinggi yang paling sedikit jumlahnya, yakni 85 jamaah dari 105 jamaah yang akan diberangkatkan.

“Setiap musim haji, Calhaj yang berusia diatas 50 tahun memang selalu lebih banyak,” ujar Saiful.

Selain itu, masih ada sembikan calhaj lagi yang masuk kategori cadangan yang akan diterbangkan bersama Kloter 96.

“Ditambah TPHD (Tim Pendamping Haji Daerah) jadi totalnya Calhaj asal Boyolali yang berangkat sebanyak 678 jamaah,” ujar Saiful.

Saiful menyatakan jumlah Calhaj yang berangkat ke Tanah Suci tahun ini meningkat jumlahnya. Jika pada tahun 2016 jumlah Calhaj yang berangkat sebanyak 667 orang, pada tahun 2017 meningkat menjadi 712 orang. Meski tak terlalu signifikan, ditahun 2018 jumlah Calhaj yang berangkat juga meningkat menjadi 762 jamaah.

“Kuota haji disesuaikan dengan tahun pendafataran calhaj. Sehingga tiap-tiap kabupaten mendapat jatah berbeda-beda sesuai dengan jumlah pendaftarnya,” ujar Saiful.

Saiful menambahkan, dari tahun ke tahun minat masyarakat untuk menunaikan ibadah Haji selalu meningkat. Jika pada tahun 2016 lalu, jumlah pendaftar mencapai 2.183 orang, kemudian pada tahun 2017 meningkat menjadi 2.469 orang pendaftar. Sedangkan selama 2018, pendaftar haji di Kemenag Kabupaten Boyolali mencapai sekitar 2.690 orang.

Jumlah tersebut, dipastikan akan terus bertambah. Apalagi saat ini, di Kemenag Boyolali juga sudah disediakan tiga layanan perbankan satu atap. Masyarakat dapat langsung melakukan pembayaran langsung di bank yang ditunjuk untuk menghimpun dana jamaah.

“Masyarakat tak perlu repot lagi ke bank untuk melakukan pembayaran uang muka biaya ibadah haji atau pelunasannya sekalian,” pungkas Saiful. (Tim Liputan Diskominfo Kabupaten Boyolali)

Berita

Pengumuman

Link SKPD

instagram takipçi

instagram takipçi beğeni işlemleri

instagram takipçi işlemlerinizi kolay ve güvenilir şekilde sürdürmek istiyorsanız eğer size tavsiyemiz mutlaka bu siteyi kullanınız en iyi leke kremi markası chat odaları